Penyadapan Lebih Kejam Dari Pembunuhan Semut

Baru-baru ini Indonesia kembali dilecehkan dengan kisruh Cybercrime Telecomunication “Penyadapan Telepon Seluler” yang dilakukan oleh negeri Kangguru Australia. Negara yang belum lama ini menjalin kerjasama dan persahabatan. Senin, tanggal 30 September 2013 Perdana Menteri mereka Tony Abott dan istrinya Margaret Aitken  beserta rombongan delegasinya tiba di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut untuk membicarakan kerjasama dan kemitraan  bilateral. Namun sangat disayangkan, mukanya manis sekali di depan, tetapi buruk di belakang. Hal ini karena penyadapan yang dilakukan sejak 2009 silam oleh Badan Intelejen Australia terhadap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati (Ibu Negara).

Beberapa pejabat tinggi negara yang menjadi korban penyadapan Badan Intelejen Australia yakni Boediono(Wapres RI), M. Jusuf Kalla(Eks Wapres RI), Hatta Rajasa (Menko Perekonomian), Dino Patti Djalal(Juru Bicara Presiden), Andi Mallarangeng (Eks Menpora), Sri Mulyani Indrawati (Direktur Pelaksana Bank Dunia),  Widodo Adi Sucipto (eks menko politik dan keamanan) dan Sofyan Djalil (Eks Menkominfo).  Kabar tersebut berdasarkan dokumen Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang dibocorkan Edward Snowden.

Penyadapan yang bermakna mendengarkan (merekam) informasi (rahasia, pembicaraan) orang lain dengan sengaja tanpa sepengetahuan orangnya (Sumber : artikata.com). Merupakan sikap yang sangat tidak terpuji. Apalagi yang disadap merupakan seorang pemimpin sebuah bangsa yang telah menjadi sahabat negeri kangguru tersebut yang sudah berteman dan bertetangga dengan baik selama puluhan tahun. Terlebih Indonesia hampir tidak pernah menggangu hal apapun dan tidak ingin menjadi musuh bagi negara manapun termasuk dengan Australia.

smut

Ibaratnya kalau kita membunuh semut walapun hewan yang amat kecil itu tidaklah diperbolehkan dan menjadi dosa. Pun demikian, bila mengganggu terkadang mungkin ada yang sering juga dari para pembaca yang suka diganggu sama hewan kecil yang bernama semut, dia kecil, tapi bo,… temannya banyak banget kan. Hehe… Nah, “Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melarang membunuh shurod, kodok, semut, dan hud-hud. (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shohih).

Semut juga salahsatu mahluk hidup yang Allah swt ciptakan di bumi yang fana ini, namun sekali lagi pada asalnya berdosa bilamana semut tersebut tidak menggangu kita. Namun jika mengganggu diperbolehkan membunuhnya, itupun semut-semut yang berukuran besar.

Lalu kaitannya dengan penyadapan??? Tentu ada. Hal ini sudah saya bahas tadi, membunuh semut yang berpostur kecil saja berdosa. Apalagi sadap-menyadap pembicaraan orang yang tidak ia ridhoi terlebih seorang pemimpin bangsa. Rights?

About Muhamad Yusuf

~Its my profile... https://madyusuf.wordpress.com/about/

Posted on 23/11/2013, in Lain-lain and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

fatkoer.wordpress.com

Sahabat Pembelajar

santiariyani32

The greatest WordPress.com site in all the land!

NOTES TO REFLECT

"where the memories are captured"

Menulis dan Berbagi

:: If u Have Good Teachers, U Will Have Good Nations ::

Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

"Bisa Karena Terbiasa"

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Chichi N. Utami

...that you don't know what you've got 'til its gone

Blognya Omiyan

2 Perbedaan 1 Hati

%d blogger menyukai ini: