Guru, Mutiara Pendidikan untuk Generasi Emas Indonesia Tahun 2045

*Dalam rangka refleksi Hari Guru Nasional 2013

Pendidikan merupakan sebuah proses untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, mampu berpikir secara saintifik dan filosofis tetapi mampu mengembangkan potensi spiritualnya. Pendidikan seharusnya bukan semata-mata mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan namun juga mampu mengembangkan nilai-nilai religius pada peserta didik sehingga secara terus-menerus dapat melakukan pencerahan di dalam qalbunya. Oleh karena itu, tujuan pendidikan adalah membentuk karakter manusia seutuhnya agar menjadi manusia yang bertaqwa, menjadi individu-individu yang muttaqin dalam rangka melaksanakan tugas dari Allah swt menjadi khalifah di muka bumi sehingga mampu mengemban amanah ibadah dan amanah risalah dengan sebaik-baiknya.

Pendidikan telah ada sejak Nabi Adam As di mana saat Allah swt baru menciptakannya dari tanah. Ia berinteraksi dan mengajarkannya secara langsung nama-nama benda. Hal ini dapat dilihat pada QS. 2:31-33. Sejak saat itu pula manusia mengambil pelajaran dan merealisasikannya untuk kemajuan peradaban manusia. Proses tersebut dipandang sebagai hal yang alami dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada pada setiap insan.

Pendidikan tanpa Guru, ibarat kebun tanpa pemiliknya. Guru, memiliki peran yang sangat strategis bagi dunia pendidikan. Karena dari semua komponen pendidikan yang ada seperti kurikulum, sarana prasarana, metode pengajaran, guru, siswa, orangtua dan lingkungan, yang paling menentukan adalah Guru. Ada sebuah ungkapan bahwa have good teachers, will have good nations. Guru memiliki kedudukan yang sangat mulia, dari merekalah tercipta generasi emas dengan peradaban manusia yang gemilang. Terlebih ia mengemban amanat untuk mewujudkan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Tantangan pendidikan di era informasi saat ini, mengharuskan Guru untuk lebih kreatif, inovatif dan inspiratif dalam mendesain kegiatan pembelajaran yang bermutu untuk menyongsong generasi emas Indonesia Tahun 2045. Dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa, Guru menjadi kunci utama keberhasilan sumber daya manusia yang tidak hanya produktif tetapi juga unggul dan religius. Ini juga tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk bersinergi mencerdaskan anak bangsa.

Peran Guru yang tidak hanya mengajar, termaktub dalam UU No. 14 tahun 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sedangkan hakikat guru menurut Ki Hajar Dewantara adalah ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yakni di depan menjadi contoh jika di tengah membangkitkan hasrat belajar dan jika di belakang memberikan dorongan.

Salah satu hal yang amat menarik dalam ajaran Islam adalah penghargaan yang sangat tinggi terhadap guru. Begitu tingginya penghargaan tersebut sehingga menempatkan kedudukan Guru setingkat di bawah kedudukan nabi dan rasul. Ulama Islam Al Ghazali mengatakan mengamalkan ilmu dengan mengajarkannya merupakan pekerjaan yang paling dihargai oleh Islam. Karena sesungguhnya para Guru telah memilih pekerjaan besar dan penting. Ibarat matahari yang menerangi alam, ia memiliki cahaya yang terang menderang dalam dirinya.

images

Hari ini tanah air sedang memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap tanggal 25 November 2013. Momen ini tidak sekadar untuk merefleksikan jati diri profesi seorang guru, lebih dari itu kita kembali mengingat substansi peran guru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional bagi kehidupan bangsa dan negara.

Memberikan teladan kepada para siswanya merupakan salah satu hal yang paling penting dalam pendidikan karakter. Sosok guru di manapun akan menjadi contoh bagi peserta didik, karenanya mereka memandang bahwa ia adalah kompas penunjuk jalan apabila tersesat. Seorang guru perlu menanamkan akhlak yang baik bagi muridnya, hal ini dapat dilakukan secara terus menerus seperti mengucapkam salam, menanamkan nilai-nilai kejujuran, berdoa di setiap memulai dan mengakhiri pekerjaan, membiasakan senyum, pembudayaan sikap santun, bersikap baik di dalam maupun di luar sekolah, bukankah bagaimana proses itu terbiasakan? Terlebih urgensi perubahan kurikulum 2013 lebih menitikberatkan pada pembentukan sikap dan karakter yang baik pada setiap proses pembelajaran.

Kita dapat mengambil hikmah bagaimana Nabi Mujammad saw mengajarkan dan memberikan teladan yang baik kepada para sahabatnya yang pada waktu itu juga menjadi murid-muridnya. Akhlak beliau seindah apa yang dikatakan oleh Allah swt dalam Al Qur’an. Beliau mengajarkan ilmu dengan ikhlas dan hati yang tulus, sehingga dapat mudah diterima oleh para sahabatnya dengan hati yang tulus juga. Kiranya benar, apa yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati.

Rasulullah saw juga seorang motivator ulung. Beliau selalu menggunakan bahasa yang sederhana tapi bernilai sastra tinggi, tepat dalam berbicara dan sangat cerdas sehingga apa yang beliau ucapkan mudah dipahami oleh para sahabatnya. Hal ini bisa kita lihat dari setiap hadist yang beliau sampaikan. Sebagai Guru, terlebih dulu beliau selalu memberikan teladan, sehingga mendorong para sahabat untuk menyontohnya. Tidak heran jika beliau adalah Guru bagi seluruh manusia di sepanjang masa. Inilah sejatinya contoh pendidikan karakter yang kongkrit yang dapat kita tanamkan kepada peserta didik di setiap waktu dan keadaan.

Pendidikan memang bukanlah persoalan yang mudah, bila kita tanam sekarang ia dapat dirasakan hasilnya 20 tahun mendatang. Maka dari itu, kita harus bersinergi untuk mewujudkan generasi emas 2045 (100 tahun Indonesia Merdeka). Persoalan-persoalan itu dapat kita pecahkan bersama-sama dengan bergandengan tangan. Tidak ada lagi yang lalai dalam tugas mendidik, tidak saling adu jotos, merokok di sekolah, jujur dalam mengelola anggaran pendidikan, terlebih lagi guru mau menjadi pembelajar sejati dan terus berusaha untuk meningkatkan kapasitas dirinya sehingga dapat terwujud Guru teladan (good teachers).

Di sisi lain, wamendiknas Fasli Jalal pernah mengatakan dalam sebuah lokakarya nasional percepatan peningkatan mutu pendidikan 2011 “dengan memperhatikan pendidikan anak usia dini pada saat ini, akan mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia pada 2025 dan 8 besar dunia pada tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk mencapai visi 2025 dan 2045 memerlukan penyiapan generasi yang mampu berperan aktif dalam kegiatan pembangunan”.

Karenanya pendidikan yang bermutu harus terus diupayakan oleh sang guru. Mereka adalah mutiaranya agent of change, pelaku perubahan agar menghasilkan manusia Indonesia yang religius, cerdas, produktif, andal dan komprehensif melalui layanan pembelajaran yang prima terhadap peserta didiknya, sehingga terwujud generasi emas tahun 2045.

Selesai ditulis jam 10.50 Senin, 25 November 2013
Dari berbagai sumber
Ditulis Oleh : Muhamad Yusuf, S.Kom
Guru MAN Leuwiliang Kab. Bogor

About Muhamad Yusuf

~Its my profile... https://madyusuf.wordpress.com/about/

Posted on 27/11/2013, in Lain-lain and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

fatkoer.wordpress.com

Sahabat Pembelajar

santiariyani32

The greatest WordPress.com site in all the land!

NOTES TO REFLECT

"where the memories are captured"

Menulis dan Berbagi

:: If u Have Good Teachers, U Will Have Good Nations ::

Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

"Bisa Karena Terbiasa"

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Chichi N. Utami

...that you don't know what you've got 'til its gone

Blognya Omiyan

2 Perbedaan 1 Hati

%d blogger menyukai ini: