Cerita Unik Ramadhan di Asrama ITB Jatinangor

Di sela-sela training pelatihan membuat animasi, Saya bersama Guru-guru dan Staff IT dari Pondok Pesantren Modern Sahid mengawali permulaan bulan suci Ramadhan tahun ini di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor dengan penuh kebersamaan dan keceriaan. Walapun ditengah kesibukan pelatihan membuat animasi, namun hal itu tidak membuat berkurangnya rasa ukhuwah di antara kami malah dari situ semakin meningkat.

Shaum Ramadhan kali ini dirasakan berbeda dari yang biasanya Saya alami bersama keluarga. Ditugaskan untuk mengikuti training animasi sejak Rabu, 18 Juni lalu hingga Rabu, 02 Juli 2014 membuat kami harus melaksanakan ibadah shaum di asrama selama kami disini.

picture000

Di malam pertama Ramadhan, kami terawih bersama di Mushola kecil milik kampus, kecil memang namun ramai juga beberapa jamaah yang mengisi malam terawih pertama ada mahasiswa dan mahasiswi ITB yang sedang berjuang menyelesaikan perkuliahannya.

Uniknya yang mengimami kami adalah seorang Satpam Kampus yang bacaanya cukup enak didengar dan dihayati. Darisitu kami belajar untuk memahami arti penting, bahwa di hadapan-Nya semua adalah sama, baik kaya ataupun miskin, pintar maupun bodoh, pejabat maupun bukan. Semuanya sama.

Pagi saat sahur, pukul 02.00 kami makan sahur bersama dengan duduk melingkar di lantai kamar. Dengan lauk pauk yang dipesan di Warung Nasi Jatinangor sejak bada tarawih semalam, kami menikmati setiap suapan nasi yang mana waktu sahur adalah waktu yang diberkahi oleh Allah swt. Canda tawa menghiasi sahur pagi itu, cerita-cerita per-enam belas laga World Cup Brazil mengisi obrolan-obrolan kecil hingga diisi dengan tilawah sampai menjelang waktu subuh tiba.

Siangnya kami jalan-jalan ke pusat Kota Bandung sambil ngebuburit sembari mencari buah tangan yang akan dibawa pulang untuk kembali ke Bogor. Seperti seorang kawan si Rizki Doet Staff IT MTs Sahid yang membeli Jersey Italia, namun beda lagi dengan si Firyal seorang staff TU MA Sahid yang niatnya ingin membeli oleh-oleh buat sang ade sebuah Jersey Barcelona tak’ kesampean karena harga yang selangit di dompet anak yang belum lama lulus di SMK Pandu Bogor. Uniknya sebelum sampai di gedung sate, kami sempat melewati pelosok kelurahan atau sebuah desa dengan nama “Pelindung Hewan”. Sempat terpikir ini pasti banyak hewan lindungnya, tapi ternyata tidak ada apa-apanya dan memang seperti desa-desa pada umumnya. Blusukan sebelum ke gedung sate sempat pula mencari toko baju, tapi takdir berkata lain, kami malah ketemunya konveksi baju. Hehe…🙂

Setelah jalan-jalan dan berfose narsis di Gedung Sate Kantor Gubernur Jawa Barat, perjalanan ngebuburit dilanjutkan ke Masjid Agung Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) untuk buka puasa/ifthor bersama ratusan jamaah lainnya yang telah banyak menunggu dari sorenya sambil diisi itikaf dan tilawah. Selepas itu, kami manjakan diri untuk makan malam dengan mencicipi kuliner khas bandung dengan menu Ayam Goreng, Mujair Bakar, dan Ikan Kerapu di pinggiran Masjid Pusdai.

Semoga Ramadhan kali ini kebersamaan kita semakin kuat, iman meningkat dan dapat meraih ketaqwaan di bulan suci kali ini. Amin.

About Muhamad Yusuf

~Its my profile... https://madyusuf.wordpress.com/about/

Posted on 30/06/2014, in Guru Menulis, Inspirasi, Menulis and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

fatkoer.wordpress.com

Sahabat Pembelajar

santiariyani32

The greatest WordPress.com site in all the land!

NOTES TO REFLECT

"where the memories are captured"

Menulis dan Berbagi

:: If u Have Good Teachers, U Will Have Good Nations ::

Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

"Bisa Karena Terbiasa"

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Chichi N. Utami

...that you don't know what you've got 'til its gone

Blognya Omiyan

2 Perbedaan 1 Hati

%d blogger menyukai ini: