Yeeeeyy Alhamdulillah, Novel keduaku telah terbit !

Setahun ini setelah berkutat menulis dengan laptop dan pc desktop akhirnya tulisanku menjadi sebuah buku yang diterbitkan oleh Mujahid Press Bandung, selasa kemarin 10 Februari 2015 . Ya, tepatnya sebuah novel. Menulis memang pekerjaan yang gampang-gampang susah, tapi kalau sudah dinikmati rasanya menulis itu seperti melihat air mengalir. Jari jemari pun berirama dengan sendirinya menekan huruf-huruf alfabet sehingga terangkai sebuah kata, kalimat, hingga berbentuk paragraf.

Novel kedua yang berjudul “Dari Pesantren Menuju Piala Dunia Rusia 2018 merupakan sebuah cerita fiksi dengan mengangkat olahraga sepak bola tanah air dengan tokoh-tokoh unik yang berasal dari kalangan santri dari Pondok Pesantren Modern Insan Cendikia Madani di pedalaman Kota Hujan, Kabupaten Bogor. Muhammad Hafidz Ridho, dan ketiga sahabatnya Obeth Hans Saleky, I Dewa Putu Sure Adnyana, dan  Raden Anggito Rio Herindra merupakan tokoh dari perjalanan hebat pesepak bola berkarakter santri yang sukses menjadi pemain profesional bersama Akademi Sepak Bola Real Madrid, Chelsea, Bayern Munchen dan Inter milan. Mereka, Ridho, dan ketiga sahabatnya juga sukses mengantarkan Timnas Garuda berlaga di Piala Dunia Rusia 2018 yang dihelat di Moskow, Rusia setelah mengalahkan Jepang dan Korea Selatan di babak kualifikasi pra piala dunia.

novelku

Menariknya, novel ini juga mengisahkan tentang perdebatan unik yang dilakukan oleh keempat tokoh santri dan obrolan-obrolan panjang mengenai prediksi, analisis, data, fakta dan informasi seputar kompetisi Piala Champions Eropa dan Piala Dunia yang belum lama ini digelar di Brazil. Meski telah menjadi pemain hebat, mereka tetap berhasil menghapal 30 Juz Al-Qur’an dan menjadi Hafidz di Pondok Pesantren Insan Cendikia Madani.

Penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih tak terhingga kepada Ibunda dan Ayahanda yang telah memberikan doa dan restunya kepada penulis di setiap waktunya. Kepada Kepala MAN Leuwiliang Kab. Bogor Drs. H. Asep Ruhiat, M.Pd, yang telah memberika motivasi, arahan, dan kepercayaanya untuk mengajar di madrasah aliyah tersebut dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengembangkan diri. Juga kepada rekan-rekan dewan guru yang juga sebagai orang tua dan kakak-kakak saya, rekan staff tata usaha serta semua siswa/i MAN Leuwiliang Kabupaten Bogor yang penulis cintai dan banggakan.

Terimakasih penulis juga ucapkan kepada sahabat-sahabat dekat teman bermain sepak bola dan footsal sejak masa aliyah Abdurrahman Habibie, Riyan Irhamsyah, Didit Mulyadi, Suparman, Haerudin Basri, Ahmad Tartusi, juga kepada rekan kerja sekaligus sahabat Kang Lutfi, Rohman, Widi, Yani, Purwo, Edi, dan yang lainnya yang tidak penulis sebutkan satu persatu. Semoga jalinan persahabatan kita tetap kokoh dan tersambung hingga menghadap Allah Swt.

Tak ada gading yang tak retak, novel yang ada di tangan pembaca merupakan novel kedua yang diterbitkan oleh Mujahid Press Bandung. Saya mohon masukannya jika masih terdapat kesalahan, mudah-mudahan ditulisan selanjutnya dapat lebih baik lagi. Afwan, wa jazakumullah khoiron katsir.

 

About Muhamad Yusuf

~Its my profile... https://madyusuf.wordpress.com/about/

Posted on 13/02/2015, in Buku, Guru Menulis, Inspirasi, Menulis, Penulis and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

fatkoer.wordpress.com

Sahabat Pembelajar

santiariyani32

The greatest WordPress.com site in all the land!

NOTES TO REFLECT

"where the memories are captured"

Menulis dan Berbagi

:: If u Have Good Teachers, U Will Have Good Nations ::

Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

KAMMI MADANI

Terus Berkarya dan Menginspirasi

"Bisa Karena Terbiasa"

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Chichi N. Utami

...that you don't know what you've got 'til its gone

Blognya Omiyan

2 Perbedaan 1 Hati

%d blogger menyukai ini: